12 Pejabat Fungsional Penerjemah mengikuti Pelatihan Penerjemahan di Monash University, Melbourne, Australia

Oleh : Syarif Hidayatullah, S.S., MALLC. • 2017-10-04 10:20:50

12 Pejabat Fungsional Penerjemah mengikuti Pelatihan Penerjemahan

di Monash University, Melbourne, Australia

 

  

Jakarta. 28/09/17. Sekretariat Kabinet, selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penerjemah bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia, menyelenggarakan program pelatihan penerjemahan berjudul Developing Translating and Interpreting Services for Improved Governance in Indonesia”. Pelatihan dilaksanakan olehMonash University di Melbourne selama 6 (enam) minggu,dari tanggal 24 September 2017 sampai 4 November 2017.

Program diikuti oleh 12 (dua belas) Pejabat Fungsional Penerjemah dari Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah, yaitu dari Sekretariat Kabinet; Kementerian Sekretariat Negara; Kementerian Komunikasi dan Informatika; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; Mahkamah Agung; dan Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat.

Peserta pelatihan tiba di Melbourne pada tanggal 24 September 2017 dan telah mengikuti orientasi untuk lebih mengenal situasi dan kondisi kampus Monash University. Peserta tinggal di Amity Apartments, tidak jauh dari kampus. Pelatihan diselenggarakan di dua kampus yaitu, Kampus Clayton untuk pembelajaran penerjemahan tulis dan Kampus Caulfield untuk pembelajaran penerjemahan lisan.

Pelatihan mencakup penerjemahan tulis dari bahasa Inggris ke Indonesia  dan sebaliknya, proofreading, revising, post-editing, riset terminologi, penyiapan glosari, etika penerjemahan, dan penggunaan teknologi penerjemahan seperti Machine Translation, Translation Memory, CAT Tools, dan Trados. Penerjemahan lisan mencakup metode penerjemahan lisan konsekutif dan simultan dengan interpreter booth, serta teknik penerjemahan lisan yaitu, berbisik, note-taking, komunikasi nonverbal, dan kemampuan berbicara di depan umum. Peserta juga akan dilatih melakukan penulisan, yang kemudian diaplikasikan untuk penerjemahan.

Materi pelatihan akan diberikan oleh pengajar berkompetensi tinggi dan berpengalaman panjang dari Monash University seperti Prof. Dr. Harry Aveling, Prof. Ariel Heryanto, Prof. Rita Wilson, Dr. Jim Hlavac, Dr. Marc Orlando, Dr. Anita Dewi, Dr. Leah Gerber, Dr. Julian Millie, Dr. Paul Thomas, Dr. Shani Tobias, dan Dr. Mridula Chakraborty.Program pelatihan dikoordinasikan oleh Dr. Paul McShane dan difasilitasi oleh Mr. Simon Rowntree.

Selain itu, juga akan diselenggarakan pertemuan dengan praktisi industri penerjemahan, penyedia layanan penerjemahan dari sektor pemerintah dan swasta, kantor pemerintah, dan otorita sertifikasi penerjemah NAATI (National Accreditation Authority for Translators and Interpreters). Pertemuan ini membahas seputar pemberian dan manajemen layanan penerjemahan tulis dan lisan.  

Sebelum keberangkatan menuju Australia, Sekretariat Kabinet telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pembekalan Peserta Pelatihan pada Jumat, 22 September 2017. Acara tersebut bertujuan untuk memberikan pembekalan materi terkait aspek substantif dan teknis agar peserta lebih memahami substansi penerjemahan tulis dan lisan serta memahami budaya Australia. Materi pembekalan disampaikan oleh narasumber dari Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Australia di Jakarta, dan pakar penerjemahan tulis dan lisan dari Lembaga Bahasa Internasional Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Dalam acara pelepasan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung memberikan arahan agar para penerjemah memanfaatkan kesempatan pelatihan ini untuk meningkatkan kemahiran berbahasa Inggris dan kemahiran penerjemahan mereka. Selain itu, mereka diharapkan mempraktikkan Bahasa Inggris dengan pengajar, mahasiswa, dan penduduk setempat, serta untuk menjaga citra baik Indonesia. Beliau juga menyampaikan dukungan terhadap segala upaya untuk meningkatkan kompetensi para penerjemah.

Program ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para Pejabat Fungsional Penerjemah yang menjadi pesertanya, bagi instansi masing-masing, dan turut memperkuat Jabatan Fungsional Penerjemah.

 

Siapa Penerjemah

Penerjemah adalah PNS yang diberikan tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan penerjemahan tulis maupun lisan, penyusunan naskah bahan penerjemahan, serta pengalihaksaraan dan penerjemahan teks naskah kuno/arsip kuno/prasasti dalam lingkungan instansi pemerintah pusat dan daerah.

Instansi Pembina

Jabatan Fungsional Penerjemah

Asisten Deputi Naskah dan Terjemahan
Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet
Sekretariat Kabinet
Republik Indonesia

Alamat : Gedung 3 Lantai Basement
Jl. Veteran No. 18 Jakarta Pusat 10110
CP : Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Jabatan Fungsional Penerjemah:
Conakry Marsono
Indriawaty
Syarif Hidayatullah
Nurmeilawati, S.S., M.M.
Telephone : +6221-3864816
FAX : +6221-3864816
E-mail : [email protected]