DIKLAT FUNGSIONAL PENJENJANGAN PENERJEMAH TINGKAT PERTAMA ANGKATAN VII TAHUN 2018 RESMI DITUTUP

Oleh : Syarif Hidayatullah, S.S., MALLC. • 2018-05-11 15:34:49

Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet, Sekretariat Kabinet, Dr. Yuli Harsono, telah menutup secara resmi Diklat Fungsional Penjenjangan Penerjemah Tingkat Pertama Angkatan VII Tahun 2018 di Kampus B, Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Ceger, Jakarta Timur, pada 11 Mei 2018. Diklat ini diselenggarakan untuk kedua kalinya oleh Sekretariat Kabinet, dan untuk pertama kali dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kejaksaan RI.

Upacara penutupan, yang berlangsung di Aula Gedung B, dihadiri Kepala Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan, Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Bapak Amran S.H., M.H., beserta jajarannya; jajaran pejabat Sekretariat Kabinet; para undangan dan 27 peserta diklat fungsional.

          Penutupan diawali penyampaian pesan dan kesan oleh Awaludin Rusiandi M.A., Pejabat Fungsional Penerjemah (PFP) dari Balai Bahasa Jawa Timur, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mewakili 27 peserta diklat. Disampaikan bahwa para peserta yang pada awalnya belum saling mengenal, pada akhirnya menjadi dekat seperti saudara setelah bersama selama tujuh minggu. Disampaikan pula apresiasi kepada Sekretariat Kabinet dan Badan Diklat Kejaksaan atas penyelenggaraan dan fasilitas diklat yang menunjang keberhasilan pembelajaran selama diklat. Para peserta merasa telah memperoleh peningkatan kompetensi di bidang penerjemahan yang akan berguna untuk meningkatkan kinerja saat kembali ke instansi masing-masing.

          Asisten Deputi Bidang Naskah dan Terjemahan, Sekretariat Kabinet, Eko Harnowo, S.S. M.Si., kemudian menyampaikan laporan penyelenggaraan diklat. Disampaikan bahwa diklat telah diikuti 27 peserta yang berasal dari 13 instansi pemerintah, yaitu 15 peserta dari 7 instansi pusat, dan 12 peserta dari 6 instansi daerah. Proses pembelajaran berlangsung selama 7 (tujuh) minggu dari tanggal 26 Maret 2018 s.d. 11 Mei 2018 dan mengangkat tema “Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Pejabat Fungsional Penerjemah”. Disampaikan tema tersebut sejalan dengan harapan Sekretariat Kabinet untuk dapat turut membentuk Pejabat Fungsional Penerjemah yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk menjadi penerjemah yang profesional, berdedikasi tinggi, dan berbakti bagi bangsa dan negara.

Disampaikan diklat telah memberikan materi dalam 4 bidang, yaitu penerjemahan tulis, penerjemahan lisan, penyusunan naskah bahan penerjemahan, serta pengalihaksaraan dan penerjemahan teks naskah kuno/arsip kuno/prasasti, yang sesuai dengan uraian tugas bagi Penerjemah Ahli Pertama. Materi tersebut dialokasikan dalam 254 jam pelajaran, dan didukung 2 modul dengan jumlah 726 halaman. Penyampaian materi dilaksanakan oleh kurang lebih 40 pengajar, dengan 11 doktor termasuk 2 guru besar, pejabat pemerintah dan praktisi yang memiliki kompetensi tinggi dan pengalaman panjang di bidangnya masing-masing.

          Untuk mengukur tingkat kemahiran berbahasa dan penerjemahan, para peserta telah mengikuti  UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia) dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; EPT (English Proficiency Test) dari Lembaga Bahasa Internasional Universitas Indonesia; Pre-test dan post-test penerjemahan tulis, dan uji kemahiran penerjemahan lisan konsekutif.

Selanjutnya disampaikan berdasarkan kriteria kedisiplinan dan keterampilan penerjemahan, maka 3 peserta diklat lulus dengan nilai terbaik, yaitu Fathi Mustaqim, S.S., M.A., M.Journ.Comm., PFP dari Sekretariat Wakil Presiden, sebagai lulusan terbaik pertama; Erik Limantara, S.S., PFP dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, sebagai lulusan terbaik kedua; dan Rany Anjany Subachrum, S.Hum., PFP dari Sekretariat Kabinet, sebagai lulusan terbaik ketiga.

          Sedangkan Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinetdalam sambutan penutupan diklat menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kejaksaan R.I. atas kerja sama baiknya sehingga diklat dapat terselenggara dengan sukses dan lancar, serta mengharapkan kerja sama dapat terus dikembangkan ke depan.

Kepada peserta diklat, Deputi menyampaikan harapan kiranya para peserta diklat terus mengembangkan apa yang telah diperoleh dari diklat ini sehingga kompetensi penerjemahan dan kinerja mereka akan terus meningkat. Ke depan, mereka juga akan mengikuti diklat tingkat selanjutnya, yaitu tingkat muda, tingkat madya, dan tingkat utama.

          Deputi juga menyampaikan kemajuan yang dicapai Pejabat Fungsional Penerjemah seperti dengan mendukung kegiatan penerjemahan tulis pada berbagai konferensi tingkat tinggi di Indonesia. Kemajuan terbaru adalah keikutsertaan 2 Pejabat Fungsional Penerjemah, yaitu M. Ersan Pamungkas, S.S., M.A., dan Muhardi, S.S., PFP dari Sekretariat Kabinet, pada pelatihan penerjemahan lisan untuk calon Penerjemah Presiden RI, yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri. Disampaikan harapan kiranya mereka dapat menjadi contoh bagi para PFP lainnya untuk meningkatkan kompetensi dan kontribusi sebagai penerjemah.

          Di lain pihak, disampaikan Sekretariat Kabinet sebagai Instansi Pembina JFP juga akan terus mendukung peningkatan kompetensi para Pejabat Fungsional Penerjemah dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti diklat fungsional, diklat teknis, dan bimbingan teknis, baik di dalam maupun di luar negeri. Pada khususnya, program pelatihan di luar negeri, seperti di Monash University, Melbourne, pada tahun 2017, diharapkan dapat dilanjutkan guna memberi kesempatan pada PFP yang belum mengikutinya.

            Disampaikan bahwa berbagai kegiatan tersebut bertujuan untuk menjadikan para Pejabat Fungsional Penerjemah sebagai penerjemah yang tidak hanya dapat diandalkan oleh instansinya masing-masing, tetapi juga dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara. Pada akhirnya, Deputi menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan diklat sehingga dapat berlangsung dengan lancar. 

Siapa Penerjemah

Penerjemah adalah PNS yang diberikan tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan penerjemahan tulis maupun lisan, penyusunan naskah bahan penerjemahan, serta pengalihaksaraan dan penerjemahan teks naskah kuno/arsip kuno/prasasti dalam lingkungan instansi pemerintah pusat dan daerah.

Instansi Pembina

Jabatan Fungsional Penerjemah

Asisten Deputi Naskah dan Terjemahan
Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet
Sekretariat Kabinet
Republik Indonesia

Alamat : Gedung 3 Lantai Basement
Jl. Veteran No. 18 Jakarta Pusat 10110
CP : Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Jabatan Fungsional Penerjemah:
Conakry Marsono
Indriawaty
Syarif Hidayatullah
Nurmeilawati, S.S., M.M.
Telephone : +6221-3864816
FAX : +6221-3864816
E-mail : [email protected]