23 September 2021

Dalam rangka mengakomodir tingginya minat PFP untuk mengikuti diklat penerjemahan takarir, Pusat Pembinaan Penerjemah menyelenggarakan kembali kegiatan Diklat Teknis Penerjemahan Takarir Angkatan II, pada tanggal 22 s.d. 28 September 2021, yang dilaksanakan secara daring untuk 20 orang PFP dari instansi pemerintah pusat maupun daerah.

Deputi Bidang Administrasi dalam sambutan pembukaan yang dibacakan oleh Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah (Kapusbinter), Ibu Sri Wahyu Utami, menyampaikan bahwa di setiap pelatihan yang dilaksanakan, Sekretariat Kabinet selalu melaksanakan proses sistematik dari sebuah pelatihan yang bersifat integratif yaitu, perencanaan (training need assessment), implementasi, dan evaluasi.

Evaluasi tidak sekedar pada pengujian kemampuan peserta sebelum dan setelah mengikuti kegiatan, namun evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui sampai seberapa jauh pelatihan telah memberikan nilai tambah dan efektivitas bagi organisasi", ucap Ibu Sri Wahyu Utami. 

Narasumber utama, Bapak Ade Indarta, seorang praktisi penerjemahan takarir yang memiliki pengalaman penerjemahan takarir profesional untuk Netflix dan beberapa media mainstream, menyampaikan paparan dengan tema Prospek Karier Penerjemah Takarir di Pemerintahan dan Swasta.

Bapak Ade menjelaskan sekilas tentang penerjemahan takarir, yang merupakan bagian dari penerjemahan audio visual dan mempunyai ciri khas berupa adanya 3 (tiga) elemen yaitu speech, audio, dan visual. 

Materi pembelajaran diklat selanjutnya tentang pokok bahasan Mengenal Takarir dan Aplikasi Subtitle Edit, disampaikan oleh pengajar profesional LBI UI yaitu Zhilal El Furqaan.







Goverment Public Relations (GPR)