AKREDITASI PELATIHAN PENERJEMAH: JAMINAN MUTU PELATIHAN GUNA PENINGKATAN KOMPETENSI



AKREDITASI PELATIHAN PENERJEMAH: JAMINAN MUTU  PELATIHAN GUNA PENINGKATAN KOMPETENSI
Focus Group Discussion (FGD) terkait Akreditasi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Penerjemah di Kantor Pusbinter dari tanggal 4 Agustus 2022
05 Agustus 2022

Sekretariat Kabinet sebagai instansi Pembina JF mengemban tugas untuk melakukan akreditasi pelatihan fungsional dengan mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN). Dalam rangka pelaksanaan tugas tersebut, Pusbinter menyelenggarakan  Focus Group Discussion  (FGD) terkait Akreditasi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Penerjemah di Kantor Pusbinter dari tanggal 4 Agustus 2022. Narasumber yang hadir adalah Kepala Bidang Penjaminan Mutu dan Akreditasi, LAN, Ibu Meita Ahadiyati Kartikaningsih.

Semakin bertambahnya jumlah dan sebaran Penerjemah, berarti semakin besar pula kebutuhan penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai universitas di berbagai wilayah Indonesia. Agar tujuan peningkatan kompetensi Penerjemah dapat dicapai dengan baik, maka perlu penjaminan mutu dalam pelaksanaan pelatihan oleh universitas atau lembaga diklat lain, dalam hal kurikulum, bahan ajar, modul, pengajar, dan sarana prasarana pelatihan yang disediakan. 

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah, Ibu Sri Wahyu Utami, menyampaikan bahwa di tahun 2022, Pusbinter mulai melaksanakan kerja sama penyelenggaraan diklat dengan Universitas Sebelas Maret di Surakarta. Mekanisme kerjasama penyelenggaraan diklat seperti ini akan terus dilaksanakan dengan mitra kerja universitas-universitas di berbagai wilayah Indonesia. Dengan demikian, pelatihan akan dapat dengan lebih mudah dijangkau dan diikuti oleh seluruh Penerjemah dari berbagai wilayah Indonesia.

Narasumber, Ibu Meita Ahadiyati Kartikaningsih, dalam paparannya menyampaikan bahwa selaku instansi Pembina, Sekretariat Kabinet perlu mendapatkan akreditasi pelatihan fungsional dari LAN sebagai Lembaga Pembina diklat. Selain itu, Sekretariat Kabinet juga perlu mendapatkan akreditasi sebagai lembaga yang dapat memberikan akreditasi atas pelatihan-pelatihan bagi Penerjemah yang dilaksanakan oleh universitas atau lembaga diklat lain. 

Lebih lanjut, Ibu Sri Wahyu Utami menekankan bahwa akreditasi pelatihan terhadap universitas atau lembaga diklat lain berfungsi untuk memberikan jamian bahwa program diklat yang dilaksanakan oleh universitas atau lembaga diklat lain mampu memenuhi harapan untuk dapat meningkatkan kompetensi para Penerjemah dengan baik. 

Hadir dalam kegiatan FGD Pusbinter adalah Staf Ahli Sekretaris Kabinet Bidang Reformasi Birokrasi, Perwakilan dari Biro SDMOT, serta pejabat dan pegawai di lingkungan Pusat Pembinaan Penerjemah.







Goverment Public Relations (GPR)