26 Nopember 2020

 Sekretariat Kabinet (Setkab), selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penerjemah, telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Karier Pejabat Fungsional Penerjemah secara daring pada tanggal 24-25 November 2020. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah, Sri Wahyu Utami yang membacakan sambutan Deputi Bidang Administrasi, Farid Utomo, sekaligus mewakili. Kegiatan bimtek diikuti 102 Pejabat Fungsional Penerjemah (PFP) dari seluruh Indonesia.

Guna mendukung pelaksanaan tugas penerjemahan di unit kerja masing-masing, maka  penyelenggaraan kegiatan Bimtek  di hari pertama bertujuan untuk memperkaya pengetahuan PFP akan strategi dan tehnik penerjemahan berbagai jenis teks dan meningkatkan kompetensi PFP dalam hal Translation Project Management serta Penerjemahan Jurnalistik

Narasumber, atara lain Dr. Muhammad Ersan Pamungkas, Penerjemah Ahli Madya dari Sekretariat Kabinet; Desi Mandarini, Penerjemah Profesional Bersertifikat dan Penerjemah Lisan (Juru Bahasa) Konferensi; Anton Haryadi, Manajer Umum pada CV.Transkomunika Kencana, sebuah perusahaan profesional penyedia jasa penerjemahan dalam skala internasional, dan Endy Bayouni, editor senior  The Jakarta Post.

Dr. Muhammad Ersan Pamungkas membawakan materi Penerapan Translation Project Management (TPM), yang menjelaskan tahapan penerjemahan yang baik beserta tips, teknik/metode dan alat-alat bantu IT sesuai prinsip-prinsip TPM. Desi Mandarini sebagai penerjemah lepas yang bekerja secara individual membagikan pengalaman dalam mengelola proyek manajemen, dan pengelolaan waktu yang sangat mutlak diperlukan, serta menekankan penggunaan berbagai alat bantu dalam rangka mempermudah proses penerjemahan. Anton Haryadi menyampaikan materi Penerapan TPM pada Perusahaan Penyedia Jasa Penerjemahan yang sering menangani proyek-proyek internasional, bahwa penerjemah harus melihat klien yang akan dilayani, proyek penerjemahan harus spesifik, dan hasil penerjemahan harus dapat diukur kesesuaiannya dengan permintaan/harapan klien. 

Pada sesi kedua hari pertama, Endy Bayouni,  memberikan materi penerjemahan jurnalistik di media nasional agar dapat menjadi acuan bagi para PFP dalam penerjemahan jurnalistik di instansi masing-masing. Adapun Ersan Pamungkas, menyampaikan materi tentang penerjemahan jurnalistik pada situs web pemerintah. 

Tujuan penyelenggaraan kegiatan Bimtek  di hari kedua adalah untuk memfasilitasi upaya berbagi pengalaman dan pengetahuan antar PFP agar dapat memperkokoh ikatan saling dukung dalam keluarga besar penerjemah, yang menghadirkan Dwi Laily Sukmawati, Rochimah Rokhimus Sofyan, Lukman, dan Febrina Natalia.

Dalam rangka memberikan wadah untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan yang bermanfaat untuk mengembangkan kompetensi dan memperluas wawasan PFP, maka Bimtek di hari kedua menghadirkan Panggung Penerjemah, yang akan dilaksanakan secara berkala. Kesempatan pertama dalam panggung penerjemah tersebut diberikan kepada Dwi Laily Sukmawati, Rochimah Rokhimus Sofyan, Lukman, dan Febrina Natalia, untuk selanjutnya kesempatan tersebut akan digilirkan kepada para PFP.

 







Goverment Public Relations (GPR)