Diklat Teknis Grammar for Translation Angkatan I Tahun 2020 Dilaksanakan Secara Daring Tanggal 3 s.d. 7 Agustus 2020



Diklat Teknis Grammar for Translation Angkatan I Tahun 2020  Dilaksanakan Secara Daring Tanggal 3 s.d. 7 Agustus 2020
Diklat Teknis Grammar for Translation Angkatan I Tahun 2020 Dilaksanakan Secara Daring Tanggal 3 s.d. 7 Agustus 2020
07 Agustus 2020

Selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penerjemah (JFP), Sekretariat Kabinet (Setkab) terus melakukan pembinaan terhadap para Pejabat Fungsional Penerjemah (PFP). Di tengah situasi pandemi COVID-19, kegiatan diklat tetap dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kompetensi penerjemah. Pada tanggal 3 Agustus 2020, Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet (DKK), Bapak Thanon Aria Dewangga, membuka secara resmi Diklat Teknis Grammar for Translation Angkatan I Tahun 2020 secara daring menggunakan aplikasi zoom.

Dalam sambutan pembukaan, Deputi DKK menyampaikan bahwa Penerjemah merupakan posisi yang penting dan strategis dalam pemerintahan. Penerjemah diharapkan hadir untuk menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah negara-negara sahabat. Penerjemah diharapkan dapat mempromosikan potensi wisata dan potensi Sumber Daya Alam yang dapat dikelola dan mendatangkan kemaslahatan bagi rakyat. Di tengah situasi pandemi Covid-19, penerjemah harus dapat membantu pemerintah dalam mencari padanan kata yang tepat untuk berbagai istilah baru di bidang kesehatan dan ekonomi dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia atau bahasa daerah dan mendiseminasikannya kepada masyarakat luas.

Peserta diklat ini adalah para PFP baru yang diangkat dalam rentang waktu 3 tahun terakhir mengingat materi yang diberikan adalah materi dasar mengenai tata bahasa dalam bahasa Inggris untuk keperluan penerjemahan. Diklat Teknis ini diikuti oleh 20 (dua puluh) Pejabat Fungsional Penerjemah (PFP) yang berasal dari 7 instansi Pemerintah Pusat (Sekretariat Kabinet, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Lembaga Ketahanan Nasional, Dewan Perwakilan Rakyat RI, dan Arsip Nasional RI) dan 4 Pemerintah Daerah (Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Kepahiang).

Narasumber diklat ini adalah akademisi yang telah menulis buku Grammar for Translation Specially Designed to Help You Translate, yang diterbitkan oleh BIPA Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Nasional, Jakarta, yaitu Bapak Faldy Rasyidie, S.S., M.Sas. Beliau adalah dosen sekaligus praktisi penerjemahan yang telah sering memberikan materi tata bahasa bahasa Inggris dalam diklat fungsional penerjemah yang diselenggarakan oleh Sekretariat Kabinet.

Dalam Diklat Teknis ini para peserta mendapatkan materi pembelajaran Grammar for Translation antara lain, gerund, preposition, passive voice, collocation, subjunctive, restatement.

Diklat ini ditutup oleh Plt. Asisten Deputi Bidang Naskah dan Terjemahan (Asdep Naster) pada tanggal 7 Agustus 2020. Pada penutupan tersebut, Plt. Asdep Naster berharap agar para penerjemah jangan cepat berpuas diri dengan apa yang telah diperoleh dalam diklat ini, namun harus terus berlatih menerapkan berbagai ilmu yang telah disampaikan oleh penceramah. Diklat ini juga telah memilih 4 (empat) peserta terbaik, yaitu Sdri. Arrienda Rizky Dwi Widyawati, S.S. dari Lembaga Ketahanan Nasional sebagai peserta terbaik pertama, Sdr. Nurul Muttaqin, S.S. dari Dewan Perwakilan Rakyat RI sebagai peserta terbaik kedua, serta Sdri. Fairuzzamani Inayatillah, S.S. dari Sekretariat Kabinet dan Ana Rahmawati, S.S. dari Pemerintah Provinsi kalimantan Tengah sebagai peserta terbaik ketiga.







Goverment Public Relations (GPR)