09 September 2022

Pusat Permbinaan Penerjemah menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Naskah Akademik Tunjangan Jabatan Fungsional Penerjemah secara daring pada Hari Kamis tanggal 8 September 2022 di ruang rapat Pusbinter. Dalam kegiatan ini mengundang narasumber Akademisi Universitas Indonesa, Dr. Doni Jaya. Naskah Akademik tersebut merupakan salah satu syarat pengajuan kenaikan tunjangan jabatan fungsional penerjemah. 

Penerjemah dituntut untuk mempunyai kemampuan yang mumpuni, tidak hanya menguasai bahasa sumber dengan baik tetapi juga menguasai bahasa sasaran. Selain itu, penerjemah juga harus mempunyai pengetahuan yang luas terhadap berbagai istilah teknis, baik umum maupun khusus sesuai dengan tugas dan fungsi kementerian/instansi masing-masing.

Sehubungan dengan hal di atas, di era jabatan fungsional saat ini, tunjangan jabatan fungsional penerjemah dianggap belum memadai sehingga perlu diberikan kenaikan tunjangan jabatan. Tunjangan yang memadai diharapkan mampu meningkatkan mutu, prestasi, pengabdian, dan produktifitas kinerja produktivitas kinerja Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalam Jabatan Fungsional Penerjemah. 







Goverment Public Relations (GPR)