02 Juli 2020

Setelah berhasil mengirimkan para penerjemah untuk mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Penerjemahan Bahasa Inggris selama tiga bulan di Monash University, Melbourne, Australia, 2014 dan 2017, Sekretariat Kabinet selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penerjemah berinisiatif melakukan penjajakan kerja sama serupa dengan Tunisia untuk penerjemahan Bahasa Arab. 

Upaya penjajakan kerja sama dengan Tunisia dipandang strategis mengingat Pemerintah Tunisia memberikan perhatian penuh dalam bidang penerjemahan dan kesusastraan Arab. Dengan demikian, Tunisia dapat menjadi kawah candradimuka bagi para penerjemah pemerintah untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya di bidang penerjemahan Bahasa Arab. 

Pembukaan kerja sama dengan Tunisia diawali dengan kunjungan penjajakan oleh delegasi Sekretariat Kabinet yang dipimpin oleh Asisten Deputi Bidang Penyelenggaraan Persidangan, Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet, Sjahriati Rohmah, yang melakukan pertemuan dengan beberapa instansi terkait di Tunis, ibu kota Tunisia, Senin (18/11). Selama lima hari kunjungan, delegasi dijadwalkan melakukan pertemuan dengan instansi terkait, di antaranya Direktur National Library, Tunisia-Africa Press Agency (TAP), Direktur Diplomatic Institute for Training and Studies, Dekan Fakultas Sastra Universitas 9 April, Dekan Fakultas Sastra Universitas Sousse, Direktur Pusat Penerjemahan Nasional, serta Direktur Bourguiba School for Foreign Language.







Goverment Public Relations (GPR)