JURNAL PENERJEMAHAN MENUJU AKREDITASI SINTA



JURNAL PENERJEMAHAN MENUJU AKREDITASI SINTA
Pusbinter melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion pada Jum’at, 5 Agustus 2022 di kantor Pusbinter dengan tema “Akreditasi SINTA bagi Jurnal Penerjemahan”.
09 Agustus 2022

Sekretariat Kabinet selaku instansi Pembina Jabatan Fungsional Penerjemah menerbitkan Jurnal Penerjemahan yang merupakan wadah publikasi karya ilmiah di bidang penerjemahan yang terbit dua edisi setiap tahun. Dalam rangka peningkatan kualitas dan kredibilitas Jurnal Penerjemahan tersebut, Pusbinter melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion pada Jum’at, 5 Agustus 2022 di kantor Pusbinter dengan tema “Akreditasi SINTA bagi Jurnal Penerjemahan”.  Narasumber yang hadir adalah Bapak Yoga Dwi Arianda, Koordinator Jurnal Ilmiah dan Penulisan Ilmiah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Dalam sambutannya, Kepala Pusbinter Ibu Sri Wahyu Utami, menyampaikan bahwa penerbitan Jurnal Penerjemahan bertujuan mendorong para Penerjemah untuk memublikasikan karya tulis ilmiah di bidang penerjemahan kepada khalayak luas. Dengan demikian, Penerjemah dapat berkontribusi dalam pengembangan ilmu penerjemahan dan profesi penerjemah di tanah air. Lebih lanjut, Ibu Sri menjelaskan bahwa Pusbinter berkeinginan agar Jurnal Penerjemahan dapat terakreditasi SINTA sehingga dapat menjadi referensi bagi para penerjemah, akademisi, peneliti, mahasiswa dan khalayak banyak sebagai jurnal yang berkualitas. Jurnal telah didistribusikan kepada para Pejabat Fungsional Penerjemah, Perpustakaan Nasional, Fakultas Ilmu Budaya pada berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, serta asosiasi profesi Penerjemah. Jurnal Penerjemahan juga dipublikasikan melalui situs web EJFP. Dengan akses yang luas terhadap Jurnal Penerjemahan, semakin banyak pihak yang menyampaikan harapan agar jurnal ini dapat diusulkan untuk mendapat akreditasi SINTA. 

Narasumber menjelaskan bahwa Kemendibudristek telah mengubah paradigma pengelolaan jurnal ilmiah dari cetak menjadi elektronik, di antaranya untuk menjaga kualitas jurnal, mencegah plagiarisme, memperluas akses terhadap jurnal, dan untuk memantau sitasi setiap artikelnya. Penerbitan jurnal elektronik dapat dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi Open Journal System (OJS) atau dengan membuat aplikasi mandiri dengan menyiapkan sistem, website, server dan lain sebagainya. “Dari sekitar 50 ribu jurnal ilmiah yang terbit di seluruh Indonesia, saat ini ada sekitar 15 ribu jurnal ilmiah yang telah terakreditasi SINTA,” kata Bapak Yoga. 

Turut hadir dalam kegiatan FGD Pusbinter para tamu undangan dari lingkungan Sekretariat Kabinet, dan pejabat serta pegawai di lingkungan Pusat Pembinaan Penerjemah.







Goverment Public Relations (GPR)