KABID PROGRAM DAN PENGEMBANGAN TUTUP DIKLAT TEKNIS PENERJEMAHAN TAKARIR ANGKATAN I TAHUN 2021



KABID PROGRAM DAN PENGEMBANGAN TUTUP DIKLAT TEKNIS PENERJEMAHAN TAKARIR ANGKATAN I TAHUN 2021
Penutupan Diklat Teknis Penerjemahan Takarir Angkatan I Tahun 2021
26 Agustus 2021

Pusat Pembinaan Penerjemah, Sekretariat Kabinet, pada hari Rabu, tanggal 25 Agustus 2021, melakukan kegiatan penutupan Diklat Teknis Penerjemahan Takarir Angkatan I Tahun 2021. Diklat Teknis Penerjemahan Takarir Angkatan I berlangsung selama 5 (lima) hari dari tanggal 19 Agustus 2021 sampai dengan 25 Agustus 2021.

Diklat teknis ini diikuti sebanyak 20 (dua puluh) Pejabat Fungsional Penerjemah (PFP) dari berbagai Kementerian/Lembaga/Daerah.

Mewakili Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah, Kepala Bidang Program dan Pengembangan, Indriawaty, menyampaikan bahwa diklat ini merupakan salah satu upaya Sekretariat Kabinet menjawab kebutuhan pelatihan penerjemahan takarir guna meningkatkan kompetensi penerjemah`dalam melaksanakan tugas penerjemahan takarir dan sebagai bentuk komitmen Sekretariat Kabinet untuk tetap menjalankan pembinaan pengembangan karier penerjemah.

Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada para pengajar diklat teknis penerjemahan takarir yaitu Bapak Zhilal El Furqon dan Bapak Paul Mahesa serta para Pejabat Fungsional Penerjemah yang telah mengikuti diklat selama kurang lebih 1 minggu, ucapnya.

Menutup rangkaian kegiatan Diklat Teknis Penerjemahan Takarir Angkatan I, Ibu Indriawaty mengucapkan selamat dan mengumumkan peserta diklat terbaik yang dipilih berdasarkan keaktifan, kedisplinan, serta berbagai tugas dan kuis, yaitu peringkat pertama adalah Bapak Filmon Leonard dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Peringkat kedua adalah Ibu Ni Putu Ayu Widari dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, dan peringkat ketiga adalah Ibu Alfi Kurnianingsih dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Ibu Fivtinia Octagusni dari Pemerintah Provinsi Sumatra Barat.

Ke depan, semoga makin banyak Pejabat Fungsional Penerjemah yang dapat mengikuti diklat ini, karena saya yakin banyak manfaat yang akan didapat oleh penerjemah karena kegiatan penerjemahan takarir pasti akan semakin dibutuhkan di semua instansi pusat dan daerah, tutup Ibu Indriawaty. (FNH)

-oOo-







Goverment Public Relations (GPR)