KAPUSBINTER TUTUP DIKLAT TEKNIS PENERJEMAHAN LISAN ANGKATAN II TAHUN 2021



KAPUSBINTER TUTUP DIKLAT TEKNIS PENERJEMAHAN LISAN ANGKATAN II TAHUN 2021
Penutupan Diknis Penerjemahan Lisan Angkatan II
22 Juni 2021

Diklat Teknis Penerjemahan Lisan Angkatan II yang diselenggarakan secara daring mulai tanggal 14 Juni 2021 resmi ditutup oleh Kapusbinter, Sri Wahyu Utami, pada tanggal 21 Juni 2021.

Diklat ini merupakan salah satu pemantik agar para Pejabat Fungsional Penerjemah (PFP) lebih bersemangat dalam menggali dan menekuni ilmu penerjemahan lisan,'ucap Sri.

Lebih lanjut, Sri Wahyu Utami menyampaikan bahwa PFP harus tekun, terus berlatih, dan tidak cepat berpuas diri terhadap materi yang telah didapat dari diklat penerjemahan lisan. Selain itu, materi yang disampaikan oleh para pengajar dapat memberikan insight baru, terutama di bidang penerjemahan lisan.

Dalam penutupan Diklat Penerjemahan Lisan Angkatan II Tahun 2021, Kapusbinter menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap para pengajar diklat teknis penerjemahan lisan yaitu Ibu Inanti Pinintakasih Diran, Bapak Fachri Subhandian, Bapak Muchlis Muhammad Hanafi, dan Bapak Muhammad Arifin serta partisipasi aktif para PFP selama proses pembelajaran berlangsung.

Kapusbinter juga memberikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan pembelajaran Diklat Teknis Penerjemahan Lisan Angkatan II dengan nilai yang rata-rata telah memenuhi standar. 

Selain itu, Kapusbinter menyampaikan nama-nama peserta terbaik di setiap jenjang kemampuan atau penguasaan bahasa berdasarkan ketepatan memahami pesan, ketepatan memproduksi ulang pesan, dan kemahiran berbahasa. Peserta terbaik pada Kompetensi Bahasa Inggris yaitu Agung Hestusubekti Kurniawan, S.H, dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagai peserta terbaik pertama; Fairuzzamani Inayatillah, S.S, dari Sekretariat Kabinet sebagai peserta terbaik kedua; Kristin Oktanita Tarigan, S.ST, M.A, dari Badan Pusat Statistik sebagai peserta terbaik ketiga. Peserta terbaik pada Kompetensi Bahasa Arab adalah Muhammad Abrar Ali Amran Lc, MA, dari Kementerian Agama Kanwil Kabupaten Tanah Datar sebagai peserta terbaik pertama; Athoillah El Anshory, S.S, dari Dewan Perwakilan Daerah RI sebagai peserta terbaik kedua; Mohamad Zaeni Tasripin, S. Hum, dari Kementerian Pertanian sebagai peserta terbaik ketiga. Selanjutnya, peserta terbaik untuk Kompetensi Bahasa Jepang terdiri dari peserta terbaik pertama diraih oleh Nina Farlina, S.S, dari Pemprov Bengkulu, Victoria, S.S, dari Pemprov Kalimantan Tengah sebagai peserta terbaik kedua; dan I. Gede Pariasa, S.S, dari Pemprov Bali sebagai peserta terbaik ketiga. (FNH)







Goverment Public Relations (GPR)