09 Februari 2021

Melaksanakan amanat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor  11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, Pusat Pembinaan Penerjemah, Sekretariat Kabinet, menyelenggarakan kegiatan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Penerjemah (JFP) secara daring pada tanggal 8 s.d.11 Februari 2021. Kegiatan tersebut diikuti oleh 25 Pejabat Fungsional Penerjemah (PFP) dari berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah yang direkomendasikan dan memenuhi persyaratan untuk menduduki jenjang jabatan yang lebih tinggi.             

PFP calon peserta Uji Kompetensi terdiri dari 12 Penerjemah Ahli Pertama dan 13 Penerjemah Ahli Muda yang berasal dari Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Arsip Nasional Republik Indonesia, Lembaga Ketahanan Nasional, Pemerintah Provinsi Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Kabupaten Sampang.

Pembukaan kegiatan Uji Kompetensi secara daring dilaksanakan pada tanggal 8 Februari 2021, dihadiri perwakilan pejabat dari berbagai instansi pengguna PFP dan para PFP calon peserta Uji Kompetensi. Pembukaan dimulai dengan laporan penyelenggaraan kegiatan Uji Kompetensi oleh Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah, Sri Wahyu Utami, dan dilanjutkan dengan sambutan Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Kabinet, Farid Utomo, yang sekaligus membuka kegiatan Uji Kompetensi tersebut.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Administrasi menyampaikan harapan agar kualitas dan obyektivitas Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Penerjemah tetap dapat dipertahankan meskipun Uji Kompetensi dilaksanakan secara daring. Deputi Bidang Administrasi juga menyampaikan apresiasi kepada para pengawas ujian dari berbagai instansi pengguna penerjemah yang bersedia membantu pengawasan Uji Kompetensi Penerjemah serta mendorong para PFP untuk memanfaatkan dengan sungguh-sungguh setiap sesi materi dan latihan yang disampaikan oleh para narasumber agar dapat mengerjakan setiap soal ujian dengan baik.  

Uji Kompetensi yang diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan Penerjemah Sekretariat Kabinet terdiri dari 3 jenis ujian, yaitu Uji Kompetensi Bahasa Indonesia, Uji Kompetensi Bahasa Inggris, dan Uji Kompetensi Penerjemahan Tulis. Di samping itu, Uji Kompetensi juga menguji kemampuan manajerial dan sosiokultural para peserta ujian sebagaimana amanat peraturan perundang-undangan dalam pembinaan jabatan fungsional PNS.







Goverment Public Relations (GPR)