PUSBINTER SELENGGARAKAN DIKLAT FUNGSIONAL JABATAN FUNGSIONAL PENERJEMAH



PUSBINTER SELENGGARAKAN DIKLAT FUNGSIONAL  JABATAN FUNGSIONAL PENERJEMAH
Diklat Jabatan Fungsional Penerjemah Tahun 2022, 15-25 Februari 2022
17 Februari 2022

Sekretariat Kabinet (Setkab) selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penerjemah menyelenggarakan diklat fungsional jabatan fungsional penerjemah mulai tanggal 15 sampai dengan 25 Februari 2022. 

Diklat fungsional jabatan fungsional penerjemah ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh 25 penerjemah yang baru menduduki jabatan sebagai penerjemah melalui pengangkatan pertama kali, penyetaraan, dan inpassing dari berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah. 

“Setiap penerjemah wajib mengikuti diklat fungsional yang akan diikuti oleh berbagai diklat teknis sesuai kebutuhan masing-masing instansi untuk meningkatkan kompetensi penerjemah sesuai dengan butir-butir kegiatan yang tercantum di Permenpan RB” ucap Deputi Bidang Administrasi (Depmin) Setkab Farid Utomo dalam sambutan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah (Kapusbinter) Sri Wahyu Utami, saat membuka Diklat Fungsional, Selasa (15/02/2022).

Depmin melanjutkan, Diklat Fungsional tahun 2022 ini merupakan diklat fungsional yang diselenggarakan pertama kalinya oleh Sekretariat Kabinet secara daring dengan durasi waktu selama 2 minggu. 

“Pelaksanaan diklat fungsional dengan durasi waktu yang berbeda dengan sebelumnya karena menyesuaikan dengan perubahan Permenpan mengenai pembinaan Jabatan Fungsional. Saat ini, peningkatkan kompetensi bagi para fungsional dititikberatkan pada diklat teknis sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh para penerjemah dalam rangka mendukung tugas dan fungsi instansi masing-masing”, kata Ibu Sri Wahyu Utami mengutip sambutan Depmin. 

Berdasarkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 13 Tahun 2020 tentang Akreditasi Pelatihan, Pelatihan Fungsional adalah Pelatihan yang dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan/atau penguasaan keterampilan di bidang tugas yang terkait dengan jabatan fungsional PNS, agar mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional. 

“Diklat fungsional merupakan upaya untuk meningkatkan kompetensi Penerjemah agar dapat menghasilkan karya terjemahan yang tepat, akurat, dan berterima dalam rangka membantu menyukseskan program pemerintah untuk mempromosikan potensi bangsa Indonesia, serta membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan mitra asing, dan mendiseminasikan berbagai peraturan yang penting untuk diketahui oleh investor dari luar negeri”, kata Depmin dalam sambutannya

Untuk memenuhi tujuan tersebut, lanjut Depmin, maka telah disusun jadwal dan materi diklat yang disesuaikan dengan uraian tugas jabatan Penerjemah, yang meliputi tugas penerjemahan tulis, penerjemahan lisan, penyusunan naskah bahan penerjemahan, dan pengalihaksaraan teks naskah/arsip kuno dan prasasti, serta disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan. 

Sekretariat Kabinet sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penerjemah berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan yang komprehensif kepada para penerjemah, baik melalui berbagai diklat teknis, antara lain diklat teknis jurnalistik, penerjemahan lisan, karya ilmiah, maupun pengiriman ke acara internasional dalam rangka mendapatkan pengalaman sebagai penerjemah tulis dan lisan. 

“Di awal tahun 2022, beberapa penerjemah sudah diikutsertakan pada persiapan acara Internasional Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) yang akan diselenggarakan pada bulan Mei di Bali. Kami juga berharap penerjemah akan ikut berpartisipasi pada KTT G-20 bulan Oktober di Bali”, ujar Depmin mengakhiri sambutannya. 

Depmin berharap, dengan diklat fungsional ini para penerjemah mendapatkan ilmu pengetahuan mengenai penerjemahan guna menjadi penerjemah yang andal dan mumpuni dalam rangka mendukung tugas dan fungsi dari Kementerian/Instansi masing-masing.

“Pergunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada para peserta diklat selama diklat berlangsung”, pungkas Depmin.

Mewakili Depmin, Kapusbinter mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan semua pihak yang telah membantu terlaksananya diklat ini. 







Goverment Public Relations (GPR)