PUSBINTER SELENGGARAKAN DIKLAT TEKNIS PENERJEMAHAN TEKS JURNALISTIK SECARA DARING



PUSBINTER SELENGGARAKAN DIKLAT TEKNIS PENERJEMAHAN TEKS JURNALISTIK SECARA DARING
Diklat Teks Penerjemah Jurnalistik Angkatan II Tahun 2022, 24 S.D. 31 Maret 2022
25 Maret 2022

Sekretariat Kabinet (Setkab) selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penerjemah menyelenggarakan Diklat Teknis Penerjemahan Teks Jurnalistik Angkatan II Tahun 2022 mulai tanggal 24 sampai dengan 31 Maret 2022 yang dilaksanakan secara daring dan diikuti 20 penerjemah dari berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah.

Diklat merupakan salah satu bentuk pengembangan kompetensi penerjemah bertujuan untuk memastikan dan memelihara kemampuan penerjemah sehingga memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan agar dapat memberikan kontribusi optimal bagi unit kerja maupun organisasi, ucap Deputi Bidang Administrasi (Depmin) Setkab Farid Utomo dalam sambutan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah (Kapusbinter) Sri Wahyu Utami, saat membuka Diklat, Kamis, 25/03/2022).

Di era jabatan fungsional, Sekretariat Kabinet harus dapat bersinergi dengan semua pihak, baik secara horizontal maupun vertikal, diantaranya dengan instansi pengguna, sebagai penerima layanan penerjemahan, dan organisasi profesi yaitu IPPI. Selain itu, sinergisitas sangat diperlukan untuk mengembangkan kapasitas penerjemah sebagai ASN yang profesional, kempeten dan kompetitif.

Diklat teknis penerjemahan teks jurnalistik bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, sikap dan perilaku agar dapat melaksanakan tugas di bidang penerjemahan teks jurnalistik sesuai dengan jenjang jabatan masing-masing secara BerAKHLAK, sesuai dengan nilai dasar ASN, dalam rangka mendukung tugas dan fungsi dari Kementerian/Instansi masing-masing.

Bahasa jurnalistik, mempunyai beberapa ciri utama diantaranya sederhana, singkat, padat, lugas, menarik, logis, gramatikal, dan mengutamakan kalimat aktif. Bahasa jurnalistik berbeda dengan bahasa pidato atau surat resmi kenegaraan. Oleh karena itu penerjemah harus memahami prinsip-prinsip dasar dari penerjemahan teks jurnalistik.

Di era disrupsi teknologi, lanjut Depmin, kebutuhan akan informasi yang aktual dan faktual melalui digital platform, baik skala lokal, nasional, maupun internasional, merupakan kebiasaan baru di era modern saat ini. Oleh karena itu, penerjemah harus mampu beradaptasi dengan hal-hal tersebut dan mempunyai kemampuan menghasilkan penerjemahan konten jurnalistik yang menarik dan berterima.

Seorang penerjemah harus menyadari bahwa mereka mempunyai peran yang penting dan strategis sebagai jembatan komunikasi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat dalam dan luar negeri. Sekretariat Kabinet berharap penerjemah terus mengembangkan kompetensinya melalui berbagai pelatihan dan banyak membaca referensi ataupun berbagai literatur. Alhasil, penerjemah akan siap ditugaskan oleh pimpinan sewaktu-waktu dalam berbagai kondisi dan situasi,ujar Depmin mengakhiri sambutannya.







Goverment Public Relations (GPR)