10 Nopember 2021

Pusat Pembinaan Penerjemah (Pusbinter) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Karier Pejabat Fungsional Penerjemah (PFP) secara virtual pada tanggal 9 11 November 2021 yang diikuti oleh 195 orang peserta dari berbagai instansi baik pusat maupun daerah. 

Deputi Bidang Administrasi Bapak Farid Utomo, melalui sambutan yang dibacakan oleh Kepala Pusbinter Ibu Sri Wahyu Utami, menyampaikan bahwa Presiden Jokowi telah meluncurkan Core Values "BerAKHLAK" dan Employer Branding Aparatur Sipil Negara (ASN) "Bangga Melayani Bangsa". BerKHLAK berarti Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Jabatan Fungsional PNS di antaranya Jabatan Fungsional Penerjemah, diharapkan mampu mewujudkan core values dan employer branding ASN tersebut, sehingga mampu menjadi bagian dari birokrasi yang adaptif, lincah, dan cepat dalam memberikan pelayanan, jelas Bapak Farid Utomo. 

Saat ini dunia penerjemahan terus berkembang dengan cepat dan didukung oleh perkembangan teknologi, sehingga penerjemahan baik tulis maupun lisan dapat dilakukan oleh mesin penerjemahan. Meskipun demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerjemahan yang dilaksanakan oleh manusia hasilnya tetap lebih baik daripada penerjemahan yang dilakukan oleh mesin penerjemah. 

Semakin sempurnanya mesin penerjemahan tentu menuntut penerjemah profesional untuk juga semakin tinggi kompetensi penerjemahannya. Bapak Farid Utomo memandang tantangan seorang penerjemah di lingkungan pemerintahan harus dijawab dengan upaya peningkatan kompetensi yang berkelanjutan dan upaya yang terus-menerus untuk berkontribusi terhadap negara melalui dunia penerjemahan.

Mengakhiri sambutannya, Bapak Farid Utomo mengapresiasi antusiasme dan kehadiran para PFP dalam kegiatan Bimtek dan menyampaikan harapan Semoga bimtek kali ini semakin memperkuat koordinasi dan komunikasi di antara kita dalam bersama-sama melakukan pembinaan karier dan kompetensi bagi Penerjemah di unit kerjanya, pungkasnya. 

Pada kesempatan selanjutnya, Kepala Pusbinter Ibu Sri Wahyu Utami menyampaikan bahwa Bimtek Pengembangan Karier PFP merupakan ajang silaturahmi untuk sekaligus menginformasikan perubahan peraturan dalam pembinaan JF Penerjemah.

Jabatan Fungsional Penerjemah pernah mengalami perubahan sistem penilaian dari sistem angka kredit konvensional menjadi sistem konversi nilai SKP. Selanjutnya, sejalan dengan arah pembinaan JF yang ditetapkan Kementerian PANRB, JF Penerjemah akan mengadopsi sistem penilaian yang merupakan integrasi antara sistem penilaian angka kredit dengan nilai SKP, jelas Ibu SriWahyu Utami.

Tujuan perubahan ini adalah untuk mendorong kinerja penerjemah yang lebih optimal, merupakan turunan dari tugas dan fungsi unit kerja atau instansi, dan akan dinilai dengan cara yang lebih adil dan obyektif.

Narasumber pada acara Bimtek Pengembangan Karier dan Peningkatan Kompetensi PFP ini adalah Bapak Devi Anantha, Asisten Deputi Manajemen Kinerja dan Kesejahteraan SDM Aparatur Kementerian PANRB dan Ibu Rahayu S. Hidayat, Guru Besar Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.







Goverment Public Relations (GPR)