30 Juli 2021

Mewakili Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah, Indriawaty, Kepala Bidang Program dan Pengembangan secara resmi menutup Diklat Teknis Penerjemahan Lisan Angkatan III tahun 2021, secara Daring, Kamis 29 Juli 2021. Penutupan ini dihadiri oleh pengajar yang diwakili oleh Ibu Inanti Pinintakasih Diran, peserta diklat, serta para pegawai/pejabat di lingkungan Pusat Pembinaan Penerjemah.

Kegiatan Diklat Teknis Penerjemahan Lisan Angkatan III Tahun 2021 ini telah berlangsung sejak tanggal 22 s.d. 29 Juli 2021 secara daring. Melalui kegiatan Diknis ini kami berharap Pejabat Fungsional Penerjemah (PFP) akan lebih siap dalam mendampingi dan menghadapi penugasan penerjemahan lisan yang diberikan oleh pimpinan, kata Indri.

Lebih lanjut dikatakan, diklat ini merupakan salah satu upaya Sekretariat Kabinet memfasilitasi peningkatan kualitas bagi para penerjemah melalui penyampaian pengetahuan dan pengalaman dari pakar, baik akademisi dan praktisi di bidang penerjemahan.

Dalam penutupan Diklat Penerjemahan Lisan Angkatan III Tahun 2021, Kepala Bidang Program dan Pengembangan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para pengajar diklat teknis penerjemahan lisan yaitu Ibu Inanti Pinintakasih Diran, Ibu Moskwita Darmawan dan Bapak Abraham William D.Sipayung serta partisipasi aktif para PFP selama proses pembelajaran berlangsung.

Di akhir sambutannya, Indriawaty menyampaikan nama-nama peserta terbaik di setiap jenjang kemampuan atau penguasaan bahasa berdasarkan keaktifan, ketepatan memahami pesan, ketepatan memproduksi ulang pesan, kemahiran berbahasa, dan disiplin. Peserta terbaik pada Kompetensi Bahasa Inggris yaitu Agung Purnomo dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai peserta terbaik pertama; Retno Indrawati dari Badan Pusat Statistik sebagai peserta terbaik kedua; Susani Muhammad Hatta dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi sebagai peserta terbaik ketiga. Adapun untuk Kompetensi Bahasa Prancis dipilih 2 (dua) peserta terbaik dari 5 (lima) peserta yaitu Ni Wayan Pering dari Pemerintah Provinsi Bali sebagai peserta terbaik pertama, dan Yolanda Putri Novytasari dari Kementerian pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai peserta terbaik kedua. Untuk Kompetensi Bahasa Mandarin, dipilih 1 (satu) peserta terbaik dari 3 (tiga) peserta yaitu Yanos Okterano dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. (FNH)

 

-oOo-

 







Goverment Public Relations (GPR)