SEKRETARIAT KABINET MENYELENGGARAKAN DIKLAT TEKNIS PENERJEMAHAN LISAN ANGKATAN IV DALAM RANGKA MEMBENTUK PENERJEMAH LISAN YANG KOMPETEN, ANDAL, DAN PROFESIONAL



SEKRETARIAT KABINET MENYELENGGARAKAN  DIKLAT  TEKNIS PENERJEMAHAN LISAN ANGKATAN IV DALAM RANGKA MEMBENTUK PENERJEMAH LISAN YANG KOMPETEN, ANDAL, DAN PROFESIONAL
Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah saat membuka Diklat Teknis Penerjemahan Lisan Angkatan IV Tahun 2022 (Foto : Humas Setkab)
21 September 2022

Setelah sukses menyelenggarakan Diklat Penerjemahan Lisan Tingkat Lanjutan Angkatan I Yang Diikuti oleh Penerjemah terpilih dari berbagai Instansi Pengguna, baik Pusat maupun Daerah, kini Sekretariat Kabinet kembali menyelenggarakan Diklat Teknis Penerjemahan Lisan Angkatan IV dengan mengundang narasumber yang merupakan praktisi penerjemahan lisan untuk Presiden dan dan pejabat tinggi Indonesia – Jepang Prof. Bambang Rudyanto, pada hari Rabu tanggal 21 September 2022 yang dilaksanakan secara daring dan dapat diikuti dilaman channel YT Pusbinter live pukul 10.00 – selesai.

Setiap tahun. Sekretariat Kabinet, selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penerjemah menyelenggarakan diklat penerjemahan lisan dalam rangka membentuk penerjemah lisan yang kompeten, andal, dan profesional, karena menyadari peran penting penerjemah dalam mendukung dan menyukseskan program pemerintah, di dalam dan luar negeri. 

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Administrasi yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah Ibu Sri  Wahyu Utami, menyampaikan bahwa mendidik penerjemah merupakan investasi berharga bagi berkembangnya budaya melalui interaksi dengan berbagai budaya negara lain. Oleh karena itu, penerjemahan merupakan hal yang tidak terelakkan dalam proses pertukaran informasi yang begitu cepat dan meningkatkan kontak-kontak budaya.

Disisi lain, Penerjemahan lisan merupakan bidang yang sangat menarik tetapi juga tidak mudah karena seorang penerjemah lisan tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan umum dan khusus yang luas, namun harus mampu bekerja di bawah tekanan dan tidak mudah panik apabila tidak menemukan diksi yang tepat dalam menerjemahkan, serta dapat berpikir cepat dalam mencari padanan kata tanpa mengubah makna bahasa sumbernya dan tidak menambahkan atau mengurangi makna dengan interpretasi pribadi, jelas Ibu Sri Wahyu Utami.

Peran penting penerjemah dalam penyelenggaraan event G20 mutlak diperlukan melalui peningkatan kompetensi penerjemahan lisan yang akan sangat dibutuhkan dalam rangka mendampingi pimpinan K/L/D dalam kegiatan tersebut.

Diklat penerjemahan lisan angkatan IV ini mengakomodir penerjemah dengan penguasaan bahasa selain Inggris, yaitu Jepang dan Belanda. Teori akan disampaikan dengan bahasa Inggris, sedangkan praktik penerjemahan lisan akan disampaikan dengan bahasa Inggris, Jepang, dan Belanda.







Goverment Public Relations (GPR)