TERJEMAHAN TEKS JURNALISTIK SECARA LUGAS DAN MENARIK, PUSBINTER SELENGGARAKAN DIKLAT TEKNIS PENERJEMAHAN TEKS JURNALISTIK ANGKATAN I TAHUN 2021



TERJEMAHAN TEKS JURNALISTIK SECARA LUGAS DAN MENARIK, PUSBINTER SELENGGARAKAN DIKLAT TEKNIS PENERJEMAHAN TEKS JURNALISTIK ANGKATAN I TAHUN 2021
Kapusbinter Ibu Sri Wahyu Utami saat mewailiki Deputi Bidang Administrasi membuka Diklat Teknis Penerjemahan Teks Jurnalistik
16 Nopember 2021

Pusbinter menyelenggarakan Diklat Teknis Penerjemahan Teks Jurnalistik Angkatan I Tahun 2021 dari tanggal 15 19 Nopember 2021 secara daring. Peserta yang menghadiri pembukaan kegiatan ini sebanyak 36 orang dari berbagai instansi baik Pusat maupun Daerah. Diklat Teknis dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Administrasi melalui Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah Ibu Sri Wahyu Utami. 

Di era digital, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari oleh masyarakat modern, karena sumbangan pengembangan tekonologi dan komunikasi sangat mempengaruhi peradaban dan kesejahteraan manusia. Kemajuan teknologi merupakan jawaban atas globalisasi yang menyelimuti dunia saat ini.

Adanya penggabungan media cetak dan elektronik menjadi media tunggal mulai banyak dilakukan oleh media Pemerintah, dimana masyarakat secara langsung dapat merespon informasi yang disebarkan oleh Pemerintah. Salah satu strategi yang cukup efektif untuk membangun pola komunikasi publik Pemerintah adalah melalui sosial media.

Saat ini hampir semua situs web milik Pemerintah (Pusat dan Daerah) berisi konten berita yang komprehensif dan telah memiliki versi terjemahan dalam bahasa asing terutama Bahasa Inggris. Masyarakat secara umum membutuhkan informasi dan berita yang aktual dan terpercaya dari situs web pemerintah ini untuk mengetahui visi, misi, kebijakan, dan informasi secara tepat dan cepat.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Adminstrasi Bapak Farid Utomo menyampaikan bahwa Sekretariat Kabinet selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penerjemah menyelenggarakan diklat teknis ini dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas, efektivitas dan efesiensi organisasi di bidang penerjemahan, sehingga dapat meningkatkan kinerja organisasi. 

Melalui diklat teknis ini, seorang penerjemah dituntut dapat menerjemahkan teks jurnalistik secara lugas dan menarik. Penerjemah jurnalistik harus mempertimbangkan berbagai aspek, seperti permainan kata, ekspresi idiomatis, dan rujukan riwayat sejarah yang terkait dengan teks sumber, jelas Bapak Farid.

Sekretariat Kabinet menyelenggarakan diklat teknis penerjemah teks jurnalistik ini berdasarkan analisis kebutuhan secara komprehensif sesuai kebutuhan penerjemahan di berbagai instansi pemerintah, dalam rangka mendiseminasikan berbagai kebijakan pemerintah melalui penerjemahan teks jurnalistik ini di web pemerintah. 

Diklat Teknis Penerjemahan Teks Jurnalistik ini fokus pada praktek 70% dan teori 30%, dan diharapkan penerjemah dapat meningkatkan kompetensi di bidang penerjemahan jurnalistik dalam rangka mendukung tugas dan fungsi, pungkas Bapak Farid. 

Nara sumber pada Diklat Teknis ini adalah Bapak Andreas Maryoto, Wakil Redaktur Pelaksana Harian Kompas.







Goverment Public Relations (GPR)